Budaya dan Kebiasaan di Jepang 文化と習慣
seiji 政治 = politik
kyouiku 教育 = pendidikan
keizai 経済 = ekonomi
shakai 社会 = masyarakat, publik, komunitas
geijutsu 芸術 = seni
dentou-teki na 伝統的(な) = tradisional
bunka-teki 文化的 = budaya, kebudayaan
~ni kyoumi ga aru 〜に興味がある = tertarik dengan ….
Jenis-jenis Kebudayaan Tradisional Khas Jepang
dentou bunka 伝統文化 = budaya tradisional
ukiyoe 浮世絵 = cetakan balok kayu tradisional Jepang
odori 踊り = tari tradisional
koto 琴 = alat musik petik khas jepang, koto
shamisen 三味線 = alat musik petik khas jepang seperti gitar bersenar tiga
nou 能 = teater Noh
bunraku 文楽 = pertunjukan boneka a Bunraku, tipe ningyou jyoururi 人形浄瑠璃
rakugo 落語 = seni membawakan cerita / dongeng khas Jepang
tougei 陶芸 = seni keramik
yakimono 焼き物 = keramik, pottery
shi 詩 = puisi
haiku 俳句 = puisi haiku
ikebana 生花 = seni merangkai bunga di Jepang
sadou 茶道 = upacara minum teh
shuuji 習字 = kaligrafi
ojigi o suru お辞儀をする = membungkukan badan
seiza suru 正座する = duduk formal khas Jepang
yuka ni suwaru 床に座る = duduk diatas lantai
Macam-macam Kebudayaan Jepang Modern
gendai bunka 現代文化 = kebudayaan modern
aburae 油絵 = lukisan cat minyak
engeki 演劇 = drama, teater
kaiga 絵画 = lukisan
kurafuto クラフト = crafts, kerajinan
dansu ダンス = dance khas barat
baree バレエ = ballet
manga マンガ = komik khas Jepang
anime アニメ = kartun khas Jepang
intaanetto インターネット = internet
burogu ブログ = blog
geinou 芸能 = hiburan, entertainment
Kebiasaan yang tidak dilakukan di Jepang
kisu o suru キスをする = berciuman
hagu suru ハグする = berpelukan
chippu o harau チップを払う = memberi tip (pada pelayan dsb)
Agama di Jepang
shuukyou 宗教 = agama
kirisuto-kyou キリスト教 = agama kristen
isuramu-kyou イスラム教 = agama islam
bukkyou 仏教 = agama buddha
shintou 神道 = agama shinto
yudaya-kyou ユダヤ教 = Judaism, agama yahudi
shinjiru 信じる = mempercayai
oinori o suru お祈りをする = berdoa, bersembahyang
iwau 祝う = merayakan
Agama dan adat istiadat di Jepang 宗教と慣習 shuukyou to kanshuu
Konstitusi Jepang menjamin kebebasan beragama. Ada 2 agama besar di Jepang yaitu shintou 神道 (Shinto) dan bukkyou 仏教 (Buddha). Agama shinto adalah agama asli Jepang yang didasarkan pada keyakinan animisme pada dewa yang dikenal sebagai Kami 神. Sedangkan agama Buddha dibawa ke Jepang dari Cina pada abad ke-6. Meskipun agama Buddha kemudian menjadi dominan, tapi ia mampu hidup berdampingan dengan agama Shinto yang sudah ada sebelumnya.
Kristen dibawa ke Jepang pada tahun 1549 oleh misionaris Jesuit. Abad ke-16 merupakan periode kerusuhan politik sehingga agama Kristen di Jepang menyebar dengan cepat pada awalnya karena banyak orang yang mencari simbol spiritual baru. Tetapi agama kristen dilarang pada tahun 1639 setelah penyatuan Jepang selesai. Dan larangan ini berlaku sampai Restorasi Meiji di pertengahan abad ke-19. Saat ini ada sekitar 1 persen penduduk Jepang yang memeluk agama Kristen.
Banyak orang Jepang mengunjungi kuil Shinto ketika bayi lahir dan ketika mereka menikah. Mereka juga pergi ke kuil untuk berdoa sebelum ujian masuk sekolah. Uniknya mereka sering beralih ke kepercayaan Buddha selama masa berkabung, seperti saat terjadi kematian. Mengunjungi tempat-tempat suci dan kuil-kuil Buddha di Tahun Baru adalah tradisi lama orang Jepang. Selama tiga hari pertama tahun baru ada sekitar 70-80 persen masyarakat Jepang yang mengunjui kuil-kuil ini. Pengaruh Shinto dan keyakinan Buddha hadir dalam banyak ritual, festival, dan acara sepanjang tahun di Jepang.
Ada banyak tradisi yang berkaitan dengan Agama Shinto dan Budda. Kedua agama ini telah memainkan peran penting dalam sejarah dan adat istiadat Je[amg. Tetapi bukti menunjukkan bahwa orang Jepang tidak melihat tradisi agama dalam arti yang sama dengan pandangan di Barat. Sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 75 persen dari orang-orang yang disurvei mengatakan mereka tidak percaya pada agama, dan hanya 23 persen yang percaya. Sekitar 60 persen orang berpikir bahwa untuk hidup bahagia agama tidak penting, dan hanya 30 persen yang berpikir penting. Meski demikian, 81 persen orang Jepang pergi ke kuil atau gereja.
Bersosialisasi di Jepang
Pandangan Orang Jepang terhadap Kelebihan Negara Jepang 日本人が考える日本のよさ
Pada tahun 2006, sebuah perusahaan riset Internet meminta 5.003 orang Jepang menjelaskan apa yang membuat mereka merasa beruntung telah dilahirkan di Jepang. Hasil survei menunjukkan bahwa orang Jepang memiliki sejumlah alasan mengapa negara mereka dianggap baik.
Kualitas makanan (21,7% responden)
Jepang memiliki empat musim yang berbeda (13,3%)
Jepang adalah negara damai (12,7%)
Memiliki tingkat kejahatan yang rendah (6,7 %)
sejahtera (3,1%)
Jepang memiliki karakter nasional yang baik (2,5%)
Memiliki budaya yang unik (1,8%)
Apresiasi terhadap bahasa Jepang (1,4%)
Jepang memberikan kebebasan (1,4%)
dan terakhir bahwa Jepang memiliki berkah alam yang melimpah (1,1%)
otsukiai お付き合い = bersosialisasi
~to tsukiau 〜と付き合う/~ni tsukiau 〜に付き合う = berhubungan dengan seseorang / menemani sesorang
aisatsu o suru 挨拶をする = memberi salam
tanomi o kotowaru 頼みを断る = menolak permintaan
ayamaru 誤る = meminta maaf
tasukeru 助ける = menolong
adobaisu o suru アドバイスをする = memberi saran
soudan suru 相談する = berkonsultasi dengan…
Menolong dalam Bahasa Jepang
Menolong dalam bahasa Jepang bisa menggunakan tasukeru atau tetsudau. Perbedaannya adalah tasukeru 助ける berarti membantu seseorang keluar dari situasi yang sulit seperti menyelamatkan seseorang dari kejahatan, menyelamatkan hidup seseorang dari bahaya, menyelamatkan seseorang dari rasa malu, atau meminjamkan uang pada seseorang. Sedangkan tetsudau 手伝う lebih berarti memberikan bantuan kepada seseorang seperti membantu memindahkan perabotan atau membantu seseorang mengerjakan pekerjaan rumah.
miokuri ni iku 見送りに行く = mengantar seseorang (mengucapkan selamat tinggal)
mukae ni kuru 迎えに来る = menjemput
hakkiri はっきり = dengan jelas
riyuu o iu 理由を言う = menjelaskan alasan
minna 皆 = semua orang
hoka no hito 他の人 = orang lain
teinei na 丁寧(な) = sopan
shitsurei na 失礼(な) = kasar
Masalah yang dihadapi di Jepang 日本で困ったこと nihon de komatta koto
石田さんと上田さんと鈴木道子さんが話をしています。
ishida-san to ueda-san to suzuki michiko-san ga hanashi o shite imasu.
Ishida, Ueda, dan Suzuki Michiko sedang mengobrol
石田: アリス、日本に来てもう二年かな?
arisu, nihon ni kite mou ni-nen kana?
Alice kayaknya sudah 2 tahun sejak datang ke Jepang ya?
上田: うん、そうね。
un, sou ne.
Ya, betul.
石田: 早いね。
hayai ne.
Cepet juga ya.
上田: ええ、でも日本に来たばかりの時は、日本の文化や習慣が分からなくて大変だった。
ee, demo nihon ni kita bakari no toki wa, nihon no bunka ya shuukan ga wakaranakute taihen datta.
Ya, tapi waktu pertama datang ke Jepang dulu sangat merepotkan karena (saya) tidak tahu budaya dan kebiasaan di Jepang.
石田: そうなんだ。
sou nanda.
begitu ya.
上田: うん、お風呂とかおはしについてはアメリカの学校でも教えてもらったんだけど、判子をいつ使うか分からなかったから、よく判を忘れたり、ATM の日本語が読めなくて使えなかったり。
un, ofuro toka ohashi ni tsuite wa amerika no gakkou demo oshiete moratta ndakedo, hanko o itsu tsukau ka wakaranakatta kara, yoku hanko o wasuretari, ATM no nihongo ga yomenakute tsukaenakattari.
Yeah, cara mandi dan menggunakan sumpit memang diajarkan waktu sekolah di Amerika, tapi saya tidak tahu kapan cap harus digunakan, saya sering lupa membawa cap, juga saya tidak bisa menggunakan ATM karena tidak bisa membaca tulisan Jepang.
鈴木: ほんと、はじめは大変そうだったよね。
honto, hajime wa taihensou datta yo ne.
Benar juga, kedengarannya waktu pertama kali sangat menyusahkan ya.
上田: それにね、道が分からなくて、ホストファミリーを心配させちゃったこともある。
sore ni ne, michi ga wakaranakute, hosuto famirii o shinpai sasechatta koto mo aru.
Selain itu, karena tidak tahu jalan, saya pernah membuat host family saya khawatir.
石田: え、何があったの?
e, nani ga atta no
Eh, apa yang terjadi?
上田: 電車を間違えて、千葉の方に行っちゃったの。でも、電車をおりたところで、帰りの電車がなくなっちゃったって分かって。
densha o machigaete, chiba no hou ni ichatta no. demo, densha o orita tokoro de, kaeri no densha ga nakuchatta tte wakatte.
Salah naik kereta, (saya) naek yang ke arah chiba. Tapi, ketika turun dari kereta, ternyata kereta untuk kembali sudah tidak ada lagi.
石田: で、どうしたの?
de, doushita no
Terus bagaimana?
上田: で、どうしようかと思っているところに、親切な人が携帯をかしてくれたの。それで、その電話で家に電話をかけさせて貰ったの。
de, dou shiyou ka to omotte iru tokoro ni, shinsetsu na hito ga keitai o kashite kureta no. sore de, sono denwa de ie ni denwa o kakesasete moratta no.
terus, ketika bingung mau bagaimana, ada orang baik yang meminjamkan handphone. Selanjutnya, dengan hp itu saya meminta di sambungkan ke rumah.
石田: え、携帯持ってなかったの?
e, keitai motte nakatta no.
ha, kamu tidak membawa hape.
上田: まだ買ってなかったの。で、お父さんが迎えに来てくれたんだけど、待ってる間、寒くて心細かった。
mada katte nakatta no. de, otousan ga mukae ni kite kureta ndakedo, matteru aida, samukute kokorobosokatta.
Waktu itu saya belum beli. Terus, walaupun bapak akan menjemput, sewaktu menunggu karena sangat kedinginan saya merasa kesepian dan pasrah.
石田: そりゃ、そうだよね。
sorya, sou dayo ne.
Jelas aja.
上田: だからお父さんの顔を見た時、本当に嬉しかった。
dakara otousan no kao o mita toki, hontou ni ureshikatta.
Jadi waktu saya melihat wajah bapak, saya sangat senang.
鈴木: その後、すぐ携帯、買わされたよね。
sono ato, sugu keitai, kawasareta yo ne.
Sehabis itu, langsung beli hape kan ya.
上田: うん、でも携帯は絶対いるなって、あの時つくづく思った。
un, demo keitai wa zettai iro natte, ano toki tsukudzuku omotta.
Yeah, setelah saya berpikir dalam pada waktu itu, hape harus punya.
石田: 確かにそうだね。日本は公衆電話が少ないし、探すのも大変だから、携帯のない生活なんて、考えられないね。
tashika ni sou da ne. nihon wa koushuu denwa ga sukunai shi, sagasu no mo taihen dakara, keitai no nai seikatsu nante, kangaerarenai ne.
Ya, tentu saja. Telepon umum di Jepang sangat sedikit, juga karena sulit untuk mencarinya, saya tidak bisa membayangkan kehidupan sehari-hari tanpa hape.
Demikian postingan kali ini kurang lebih nya mohon maaf, semoga postingan kali ini bermanfaat bagi kita semua.
0 Response to "Budaya Jepang"
Post a Comment