Sejarah Jepang Singkat
Sekitar 10.000 tahun yang lalu, pulau-pulau Jepang terpisah dari benua Asia. Jepang Kuno adalah daerah yang mengutamakan pertanian. Dahulu di Jepang banyak negara-negara kecil, tetapi kemudian pada abad keempat kekuatan politik di Yamato (Nara) memerintah Jepang. Selama periode ini orang Jepang banyak mengimpor pengetahuan dari Cina seperti agama Buddha, Konghucu, sistem politik, ortografi, dan lain-lain.
Pada tahun 710, Nara menjadi ibukota Jepang yang pertama diperintah oleh keluarga Kekaisaran. Selanjutnya pada tahun 794, ibukota baru dibuat di Kyoto yang masyarakatnya didominasi oleh kaum bangsawan. Kehidupan di ibukota ditandai dengan keanggunan dan kemewahan, tapi keluarga militer mendapatkan kekuasaan di daerah-daerah terpencil.
Antara tahun 1167 dan 1185, ksatria klan Heike mendirikan pemerintah pertama yang dijalankan oleh anggota kelas ksatria. Meskipun Heike mempertahankan hubungan dekat dengan bangsawan dan mengadopsi banyak kebiasaan mereka, banyak kaum terpelajar menganggap ini sebagai awal periode feodal Jepang yang diperintah oleh bushi 武士 atau samurai 侍 (ksatria). Pada tahun 1185, Minamoto yang juga seorang ksatria, mengambil alih pemerintahan dan mendirikan pemerintahan militer yang disebut bakufu 幕府 di Kamakura (di dekat Tokyo saat ini).
Selama abad ke-15, para pemimpin feodal saling berperang untuk mendominasi. Dan kemudian pada tahun 1603, klan Tokugawa berhasil menyatukan kembali Jepang dan mendirikan edo bakufu 江戸幕府. Kota Edo (sekarang Tokyo) menjadi pusat politik negara. Keluarga Tokugawa mengadopsi kebijakan yang disebut sakoku 鎖国 (isolasi nasional) yang menutup Jepang dari dunia luar kecuali China dan Belanda (yang perwakilannya diizinkan masuk melalui pelabuhan Nagasaki saja).
Selam 280 tahun, Jepang relatif damai. Selama periode ini, budaya Jepang berkembang pesat. Teater kabuki 歌舞伎, teater boneka bunraku 文楽, cetakan kayu ukiyoe 浮世絵, kerajinan tembikar, dan puisi haiku 俳句 adalah produk budaya yang terkenal di Edo. Meskipun pertanian dan transportasi mengalami beberapa kemajuan, teknologi Jepang masih jauh di belakang Eropa dan Amerika. Pada pertengahan abad kesembilan belas, kapal Eropa dan Amerika mulai muncul di lepas pantai Jepang. Pemerintah Tokugawa akhirnya dipaksa untuk membuka negeri Jepang dan otoritas politik kembali ketangan Kaisar pada tahun 1868.
Selama Periode Meiji (1868-1911), Jepang mencoba untuk mengejar ketinggalan dari Barat. Pemerintah Jepang saat itu memiliki tujuan kemakmuran ekonomi dan militer yang kuat. Kaisar diakui sebagai simbol kekuasaan yang mutlak. Ketika militer mendapatkan kekuasaan, Jepang mulai melakukan invasi militer ke Asia. Hal ini menyebabkan konflik dengan negara-negara lain di dunia. Jepang meluncurkan permusuhan dengan negara lain pada tahun 1941 yang menyebabkan keterlibatannya dalam Perang Dunia II.
Jepang dikalahkan pada tahun 1945 setelah bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Di bawah pendudukan Amerika Serikat, Jepang mengadopsi konstitusi baru yang menolak perang. Jepang mulai menuju pemulihan ekonomi setelah perang dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terkemuka di dunia pada tahun 1980. Karakteristik sebagian besar orang Jepang sebagai pekerja keras saat ini berasal dari citra pengusaha dan pekerja selama tahun 1950 dan 1960-an.
大衆文化とはポピュラーカルチャー、ポップカルチャー、マスカルチャーとも呼ばれ、文学や芸術、美術などのハイカルチャーに対して、一般大衆が広く愛好する文化のことである。これとは別に、サブカルチャーという言葉があるが、これは大衆文化やハイカルチャーと違い、一部の人たちに愛されるマニアックな分野を指すものである。
Taishuu bunka to wa popyuraa karuchaa, poppu karuchaa, masu karuchaa tomo yobare, bungaku ya geijutsu, bijutsu nado no hai karuchaa ni taishite, ippan taishuu ga hiroku aikou suru bunka no koto dearu. Kore to wa betsuni, sabu karuchaa to iu kotoba ga aru ga, kore wa taishuu bunka ya hai karuchaa to chigai, ichibu no hito-tachi ni aisareru maniakku na bunya o sasu mono dearu.
Taishuu Bunka disebut juga budaya populer, budaya pop, dan budaya massa. Sedangkan sastra dan seni yang disebut kebudayaan tinggi adalah budaya yang disukai masyarakat umum. Terlepas dari ini, ada sebuah kata yang disebut subkultur, yang berbeda dengan budaya populer dan budaya tinggi, yang mengacu pada bidang yang disukai oleh sebagian orang saja.
しかし、時代の変化によってこれらのカルチャーの区分も変わっていくことがあるので、境界線を引くのは難しい。例えば、かつてサブカルチャーであったようなフィギュアやオタク文化が、現在では大衆文化として受け入れられているのもその一例である。
Shikashi, jidai no henka ni yotte korera no karuchaa no kubun mo kawatte iku koto ga aru node, kyoukaisen o hiku no wa muzukashii. Tatoeba, katsute sabu karuchaa deatta youna figyua ya otaku bunka ga, genzai de wa taishuu bunka toshite ukeirerarete iru no mo sono ichi-rei dearu.
Namun, karena perubahan jaman klasifikasi terhadap Kebudayaan juga berubah, sehingga untuk menarik garis batas menjadi sulit. Misalnya, yang dulu merupakan budaya subkultur seperti figure dan otaku, pada saat ini menjadi salah satu contoh sebagai budaya populer.
日本の文化というと、歌舞伎や茶道、生け花、着物と思う人も多いだろう。確かに、これらの伝統的な文化は今でも日本人の生活に深くかかわっている。例えば、日本には社会人が趣味や教養や健康のために色々なことを習えるカルチャーセンターと呼ばれる教室があるが、どのカルチャーセンターにもたいてい茶道教室や生け花教室がある。でも、日本の文化には伝統的なものだけではなく、今の日本の社会でよく見られる大衆文化もある。
nihon no bunka to iu to, kabuki ya sadou, ikebana, kimono to omou hito mo ooi darou. tashika ni, korera no dentou-teki na bunka wa ima demo nihonjin no seikatsu ni fukaku kakawatte iru. tatoeba, nihon ni wa shakaijin ga shumi ya kyouyou yan kenkou no tame ni iroiro na koto o naraeru karuchaa sentaa to yobareru kyoushitsu ga aru ga, dono karuchaa sentaa ni mo taitei sadou kyoushitsu ya ikebana shitsu ga aru. demo nihon no bunka ni wa dentou-teki na mono dake dewa naku, ima no nihon no shakai de yoku mirareru taishuu bunka mo aru.
Bila mengatakan budaya Jepang, mungkin banyak yang berpikir tentang kabuki dan upacara upacara minum teh, merangkai bunga ikebana, dan kimono. Memang, ini merupakan budaya tradisional yang masih sangat kental dalam kehidupan masyarakat Jepang hingga sekarang ini. Misalnya, di Jepang untuk masyarakat ada yang disebut Culture Center untuk mempelajari kursus tentang berbagai hal seperti hobi, pendidikan dan kesehatan, di pusat budaya ini biasanya ada kelas upacara minum teh dan juga kelas ikebana. Tapi, budaya Jepang tidak hanya yang tradisional saja, di masayarakat Jepang sekarang ini juga sering dijumpai budaya populer.
その中でもよく知られているのはマンガである。マンガは、アメリカでは子供が読むものというイメージが強かったが、日本のアニメやマンガがアメリカでも見られるようになって少しイメージが変わってきたようだ。一方、日本では、マンガは昔から子供も大人もみんなが楽しめるものである。マンガは、1950年代に子供を中心としてよく読まれるようになったが、その後、学生、大人のためのマンガが描かれるようになった。現在ではファンタジー、コミックはもちろん、スポーツ物、スパイ物、SF、ラブストーリー、ファミリードラマ、経済、社会問題をテーマにしたもの、料理などの趣味をテーマにしたものなど色々なものがある。そういう意味では、今のマンガは絵がついた小説のようなものとも言えるだろう。長さも、4コママンガから、何十冊にもなる長いものまで色々で、普通の雑誌や新聞だけではなく、マンガ雑誌と呼ばれる雑誌や、マンガ本といわれるものまである。1995年のマンガ雑誌の売り上げは3357億円、25億ドルにもなる。同じように、アニメも人気が集まり、今では日本だけではなく世界中にアニメクラブがあるといわれている。今や日本は世界一の「マンガ大国」なのである。
sono nakademo yoku shirarete iru no wa manga de aru. manga wa, amerika dewa kodomo ga yomu mono to iu imeeji ga tsuyokatta ga, nihon no anime ya manga ga amerika demo mirareru you ni natte sukoshi imeeji ga kawatte kita you da. ippou, nihon de wa, manga wa mukashi kara kodomo mo otona mo minna ga tanoshimeru mono de aru. manga wa, issen kyuuhaku gojyuu nendai ni kodomo o chuushin toshite yoku yomareru you ni natta ga, sono atao, gakusei, otona no tame no manga ga egakareru you ni natta. genzai de wa fantajii, komikku wa mochiron, supootsu-mono, supai-mono, es-efu, rabusutorii, famirii dorama, keizai, shakai mondai o teema ni shita mono, ryouri nado no shumi o teema ni shita mono nado iroiro na mono ga aru. sou iu imi dewa, ima no manga wa e ga tsuita shosetsu no you na mono-tomo ieru darou. nagasa mo, yon koma manga kara, nanjyuu satsu ni mo naru nagai mono made iroiro de, futsuu no zasshi ya shinbun dake dewa naku, manga zasshi to yobareru zasshi ya, manga hon to iwareru mono de aru. 1995 nen no manga zasshi no uriage wa sansen sambyaku gojyuu nana oku-en, nijyuugo oku doru ni mo naru. onaji you ni, anime mo ninki ga atsumari, ima dewa nihon dake dewa naku sekaijyuu ni anime kurabu ga aru to iwarete iru. ima ya nihon wa sekai ichi no [manga taikoku] na no dearu.
Diantara mereka yang paling terkenal adalah Manga. Walaupun citra komik di Amerika Serikat sebagai bacaan anak-anak dulunya sangat kuat, tampaknya kini imej tersebut telah sedikit berubah dengan adanya anime dan manga Jepang yang dapat dilihat disana. Sementara di Jepang, manga dari dahulu bisa dinikmati semua orang dari anak-anak hingga hingga dewasa. Meskipun manga menjadi pusat bacaan untuk anak-anak di tahun 1950-an, selanjutnya munculah manga yang diperuntukkan untuk pelajar, hingga orang dewasa. Saat ini ada tema fantasi (tentu saja dalam bentuk komik) olahraga, spy, SF (sciene fiction), kisah cinta, drama keluarga, ekonomi, tema isu-isu sosial, juga berbagai tema hobi seperti memasak. Dalam artian ini, komik saat ini juga akan mengatakan sesuatu dengan gambar seperti sebuah novel. Dari segi panjang cerita, ada jenis manga pendek yang disebut 4-koma, hingga yang panjang hingga menjadi puluhan buku. Selain majalah dan surat kabar biasa juga ada majalah manga dan buku manga. Pada tahun 1995, penjualan majalah manga sebesar 335.700.000.000 yen, atau sekitar 2,5 miliar dolar. Dengan cara yang sama, anime juga menjadi populer, sekarang ini dikatakan bahwa ada klub anime tidak hanya di Jepang tetapi juga ada di seluruh dunia. Sekarang ini Jepang adalah negara komik (manga) terbesar di dunia.
マンガは文学小説と違って、芸術的なイメージはないし、人前では読まないようにしているという人もいるようだ。けれども、本当はマンガを読むことはいいことだということを知っている人は少ない。1997年にライフデザイン研究所が行なったアンケートによると、マンガを読まない人の54%は他の本も読まないが、マンガを読むが他の本は読まない人は14%しかいなかった。つまり、マンガを読む人のほとんどがマンガではないものも読んでいるのである。マンガを読む人が増えたからだとは言えないかもしれないが、1975年から1995年の20年間に図書館の数は2.2倍に、図書館から本を借りる人の数は5倍にも増えている。最近の日本人はテレビばかり見て、本を読まないといわれるが、そうではない。マンガという大衆文化は、日本人のリテラシーに大きく貢献しているのである。
Karena manga tidak memiliki imej artistik seperti halnya novel sastra, tampaknya ada orang yang tidak ingin diketahui (menyukai manga) dengan tidak membacanya di depan umum. Walaupun demikian, hanya sedikit orang-orang yang tahu membaca manga itu bagus. Menurut survei tahun 1997 yang dilakukan Life Design Institute, dari 54% orang yang tidak membaca komik, mereka bahkan juga tidak membaca buku-buku lain. Dari yang membaca manga, yang tidak membaca buku lain hanya 14 persen. Artinya sebagian besar orang yang membaca komik juga membaca hal ini selain manga. Walaupun mungkin tidak bisa dikatakan bahwa karena orang yang membaca manga meningkat, dari tahun 1975 selama 20 tahun, jumlah orang yang meminjam buku dari perpustakaan hanya 2,2 kali, pada tahun 1995 jumlahnya meningkat sampai 5 kali. Akhir-akhir tidak ada orang Jepang yang hanya menonton TV, juga tidak membaca buku. Budaya populer seperti komik juga berkontribusi besar terhadap literasi orang Jepang.
Manga wa bungaku shousetsu to chigatte, geijutsu-tekina imeeji wa nai shi, hitomaede wa yomanai you ni shite iru to iu hito mo iru youda. Keredomo, hontou wa manga o yomu koto wa ii koto da to iu koto o shitte iru hito wa sukunai. 1997-Nen ni raifu dezain kenkyuujo ga okonatta ankeeto ni yoru to, manga o yomanai hito no 54-paasento wa hoka no hon mo yomanai ga, manga o yomu ga hoka no hon wa yomanai hito wa 14-paasento shika inakatta. Tsumari, manga o yomu hito no hotondo ga manga dewa nai mono mo yonde iru no dearu. Manga o yomu hito ga fueta kara da to wa ienai kamoshirenai ga, 1975-nen kara 1995-nen no 20-nenkan ni toshokan no kazu wa 2.2-Bai ni, toshokan kara hon o kariru hito no kazu wa 5-bai ni mo fuete iru. Saikin no nihonjin wa terebi bakari mite, hon o yomanai to iwareru ga, sou dewa nai. Manga to iu taishuu bunka wa, nihonjin no riterashii ni ookiku kouken shite iru no dearu.
Demikian postingan kali ini kurang lebih nya mohon maaf , semoga postingan ini beanfaat bagi kita semua.
oh jadi begitu sejarahnya :o
ReplyDeletekurang lebih begitu
DeleteMksh gan infonya.
ReplyDeletesama-sama
Deletejadi lebih tau tentang jepang
ReplyDeleteiya gan
Delete